BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Tuhan
telah telah menciptakan manusia untuk tinggal dan menetap di suatu wilayah
seperti Indonesia, dimana dapat disebut sebagai Penduduk. Penduduk yang saling
berinteraksi satu sama lainnya akan menghasilkan suatu kelompok baik kecil
maupun besar, secara sengaja ataupun tidak sengaja, akan membentuk masyarakat
yang memiliki cita-cita dan tujuan hidup bersama.
Pada
umumnya penduduk tidak dapat dipisahkan dari permasalahan yang menyangkut
Pertumbuhan, Penyebaran, dinamika, dan lain-lain. Permasalahan ni begitu
kompleks di Negara Indonesia ini, dimana Indonesia merupakan Negara dengan
penduduk terbanya keempat di dunia.
Kehidupan
masyarakat dan penduduk akan menghasilkan suatu kebudayaan yang akan berkembang
sejalan dengan perkembangan zaman atau perkembangan manusia yang semakin
kompleks. Oleh karena itu, kehidupan manusia akan selalu memiliki keterkaitan
antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan.
Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan adalah
konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya
penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula,
memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Ini berarti
masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada
masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena penduduk. Sudah barang
tentu penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok manusia, bukan
penduduk/populasi dalam pengertian umum yang mengandung arti kelompok organisme
yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu.
Demikian pula hubungan antara masyarakat dan
kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa
kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa
lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu
masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan
kebudayaan ini pun merupakan juga hubungan yang saling menentukan.
1.2.Uraian
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai
hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan
manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan
masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu
wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam
wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan
kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan
baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.
Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan
kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri
berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan
hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari
pada manusia (masyarakat) tersebut.
1.3.Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan
dan manfaat dari penulisan adalah untuk mengetahui pengertian penduduk,
masyarakat dan kebudayaan serta keterkaitan antara penduduk, masyarakat dan
kebudayaan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Penjelasan
Keterkaitan Manusia Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
Kebudayaan
mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat, segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat di tentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilahnya adalah “cultural-determinism”, di mana hal yang membentuk suatu masyarakat adalah individu – individu yang mana di sebut sebagai penduduk. Jadi hubungan antara ketiganya adalah penduduk menyebabkan terjadinya masyarakat dan masyarakat pasti memiliki kebudayaan. Jadi Kebudayaan, Masyarakat, dan Penduduk tidak dapat dipisahkan.
Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan adalah
konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya
penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula,
memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Ini berarti
masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga tidak mungkin akan ada
masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena penduduk. Sudah barang
tentu penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok manusia, bukan
penduduk/populai dalam pengertian umum yang mengandung arti kelompok organisme
yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu.
Demikian pula hubungan antara masyarakat dan
kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa
kebudayaan merupakan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa
lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu
masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan
kebudayaan ini pun merupakan juga hubungan yang saling menentukan
2.2. Penduduk
2.2.1.Pengertian Penduduk:
Penduduk atau warga
suatu negara
atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
- Orang yang tinggal di daerah
tersebut
- Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah
tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal
di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di
daerah lain.
2.2.2. Kepadatan
Penduduk
Beberapa pengamat masyarakat percaya
bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa
penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa
menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.
Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
2.2.3.
Piramida Penduduk
Piramida
penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara
atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan
hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena
mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka
kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya
berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka
kematian bayi dan tingginya risiko kematian. Pengendalian penduduk adalah
kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah
kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian
jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian
penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan
kebijakannya ‘satu anak cukup’; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan
terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta
sterilisasi wajib.
2.2.4.
Pengendalian
jumlah penduduk
Piramida penduduk yang
menunjukkan tingkat mortalitas stabil dalam setiap kelompok usia
Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan
penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah
membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala.
Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat
Cina yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan
ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran
kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.
Indonesia juga menerapkan pengendalian penduduk, yang dikenal
dengan program Keluarga Berencana
(KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan.
Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.
2.2.5. Penurunan Jumlah penduduk
Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan
turunnya jumlah populasi pada sebuah daerah. Hal ini disebabkan oleh
perpindahan daerah kesuburan atau oleh emigrasi besar-besaran.
Juga oleh penyakit,
kelaparan maupun perang. Namun seringkali oleh gabungan
faktor-faktor tersebut. Di masa lampau penurunan jumlah penduduk disebabkan
terutama sekali oleh penyakit. Pada tahun-tahun belakangan ini populasi
penduduk Rusia dan tujuh belas
bekas negara komunis lainnya mulai menurun (1995-2005). Kasus Black Death
di Eropa atau datangnya
penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan faktor penyebab turunnya
jumlah penduduk.
2.2.6. Transfer Penduduk
Transfer penduduk adalah
istilah untuk kebijakan negara yang mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk
pindah dari kawasan tertentu, terutama dengan alasan etnisitas atau agama. Hal
ini terjadi di India
dan Pakistan, antara Turki dan Yunani, dan di Eropa Timur selama Perang Dunia Kedua. Kebijakan transmigrasi oleh
pemerintah Indonesia
selama orde baru bisa dikategorikan transfer penduduk.
Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena imigrasi, seperti imigrasi dari
Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika,
Afrika, Australia, dan
tempat-tempat lainnya.
2.2.7.
Ledakan penduduk
Buku berjudul The Population Bomb
(Ledakan Penduduk) pada tahun
1968 oleh Paul R. Ehrlich meramalkan
adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan penduduk. Karya tersebut
menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the
Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan
penduduk mengikuti pertumbuhan
eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan
mengakibatkan kelaparan.
2.2.8. Penyebaran Penduduk
Penyebaran penduduk adalah pindahnya
penduduk dari suatu tempat ke tempat lain oleh apapun sebabnya, itupun akan
terjadi perubahan penduduk. Penyebaran penduduk, seperti:
a.
Imigrasi
b.
Emigrasi
c.
Transmigrasi
d.
Urbanisasi
e.
Mobilisasi
Migrasi akan
berhubungan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan akibatnya akan
terjadi penyebaran penduduk yang erat kaitannya dengan factor ekologis, factor
ekologis artinya tempat daerah subur, peradaban berkembang maka penduduk
menyebar.
Menurut tulisan
kuno penyebaran di mulai di daerah tropis afrika timur menyebar dan memenuhi
seluruh dunia.
Migrasi terjadi
secara umum, yaitu:
a.
Lambat,
contohnya migrasi dari benua Asia ke Amerika.
b.
Cepat,
contohnya terjadi karena wabah penyakit, perang, bencana, dll.
c.
Otomatis,
contohnya orang-orang jawa bermigrasi ke perkebunan tembakau di Dili sekitar
abad 20.
Faktor-faktor
yang mendorong penyebaran penduduk adalah factor ekonomi dan politik, contohnya
orang Vietnam mengungsi ketika orang AS menguasai politik Vietnam, sedangkan
factor penariknya adalah adanya propaganda-propaganda untuk menarik imigran ke
daerahnya.
Ahli demografi menyatakan bahwa penduduk
Indonesia pindahnya “hygly Immobile” artinya walaupun pindah orang Indonesia
akan kembali ke tumpah darahnya.
Ahli
demografi tertarik pada tiga hal, yaitu:
a. Fertilitas (tingkat kelahiran).
a. Fertilitas (tingkat kelahiran).
b. Mortalitas (tingkat kematian).
c. Migasi (tingkat penyebaran).
Adapun sumber data untuk mengukur tiga
hal demografi, yaitu sensus penduduk, sampel, registrasi.
Ciri-ciri suatu penduduk ada dua, yaitu
:
a.
Ciri
perilaku, meliputi komposisi umur, kepadatan, perkembangan, sifat perkembangan,
dan mobilitas.
b.
Ciri
kualitas, meliputi fisik, jasmani, rohani dan perilaku sosial.
Apabila kedua ciri ini dihubungkan akan
menjadi system, maka ini dapat disebut makro system kependudukan. Makro system
kependudukan terdiri dari lembaga dan komponen-komponen yang saling
berinteraksi, komponen-komponen ini yang menentukan tinggi-rendahnya kualitas
hidup dengan lima system, yaitu:
a.
System
ideologi politik.
b.
System
social budaya.
c.
System
ekonomi.
d.
System
pertahanan keamanan.
e.
System
lingkungan.
Ada tiga pendekatan di dalam memecahkan
masalah penduduk di Indonesia:
a.
Pendekatan
untuk mengurangi masalah kependudukan, dibagi menjadi:
1.
Mengurangi
kepadatan penduduk.
2.
Mengurangi
persentase tenaga kerja yang menganggur.
3.
Mengurangi
persentase golongan anak yang tidak mendapat kesempatan belajar.
b.
Pendekatan
untuk mengetahui subsistem fertilitas, mortalitasdan mobilitas melalu program
KB (fertilitas), program kesehatan(mortalitas), dan melalui pembangunan daerah
dan transmigrasi (mobilitas).
c.
Pendekatan
automatis dan kausal.
Harus dikerjakan
secara bersama kemudian berdasarkan hal ini kita harus karakteristik penduduk
yang kita inginkan. Karakter ini harus sesuai dengan upaya kesejahteraan rakyat
di dalam hal ini perlu di intensifkan dan ditekan, tingkat kelahiran dan
kematian harus diturunkan dan seberapa besar perbedaan antara kelahiran dan
kematian yang kita inginkan.
2.2.9. Penduduk dunia
Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus
Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 miliar jiwa pada
tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 miliar penduduk
dunia, 4 miliar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara
berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di
Eropa).
Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan
kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari seluruh
manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada saat ini.
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk
dunia akan mencapai 7 miliar jiwa. Badan Kependudukan PBB
menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia
mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5
miliar jiwa.
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah
penduduk (2005):
- Republik Rakyat Cina
(1.306.313.812 jiwa)
- India (1.103.600.000 jiwa)
- Amerika Serikat (298.186.698
jiwa)
- Indonesia (241.973.879 jiwa)
- Brasil (186.112.794 jiwa)
- Pakistan (162.419.946 jiwa)
- Bangladesh (144.319.628 jiwa)
- Rusia (143.420.309 jiwa)
- Nigeria (128.771.988 jiwa)
- Jepang (127.417.244 jiwa)
2.3.1.
Pengertian
Masyarakat:
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem
semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat”
sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah
masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama
lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Aristoteles mengatakan Zoon Politicon yaitu
manusia ingin bergaul dengan sesama, manusia sebagai individu mempunyai
kehidupan jiwa yang mandiri dan sebagai makhluk social tidak dapat dipisahkan
dari masyarakat karena lahir, berkembang dan hidup di masyarakat.
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan
satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang
sama, seperti; sekolah, keluarga, perkumpulan, Negara, semua adalah masyarakat.
Dalam ilmu sosiologi kita mengenal ada dua macam
masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan. Masyarakat
paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan
suatu ikatan batin antara mereka. Sedangkan pada masyarakat patambayan
terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
2.3.2.
Unsur-unsur
Masyarakat
Unsur-unsur
suatu masyarakat, yaitu:
1. harus
ada perkumpulan manusia dan harus banyak
2. Telah
bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu
3. adanya
aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada
kepentingan dan tujuan bersama.
Bila
dipandang cara terbentuk nya masyarakat:
1.
Masyarakat paksaan,misalnya negara, masyarakat tawanan
2.
Masyarakat merdeka
3.
Masyarakat natural, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendiri nya, seperti:
gerombolan (harde), suku (stam), yang bertalian karena hubungan darah atau
keturunan.
4.
Masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kapantingn kedunian
atau kepercayaan.
Masyarakat
dipandang dari sudut Antropologi terdapat dua type masyarakat:
1.
Masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, belum mengenal pembagian kerja,
belum mengenal tulisan, dan teknologinya sederhana.
2.
Masyarakat sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam
segala bidang, karena pengetahuan modern sudah maju, teknologi pun sudah
berkembang, dan sudah mengenal tulisan.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai
sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan
yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi
sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata
pencaharian. Pakar ilmu
sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu,
masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocok tanam, dan
masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian pakar
menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang
terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur
politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band,
suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin,
societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas
diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti
society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society
mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan
yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
2.3.3.
Jenis-jenis
Masyarakat
1.
Masyarakat
berdasarkan bentuk, dibagi menjadi :
a.
Masyarakat
teratur: sengaja diatur untuk tujuan tertentu, contohnya PSSI.
b.
Masyarakat
teratur tidak sengaja dibentuk, contohnya penonton sepakbola.
c.
Masyarakat
tidak teratur dan tidak sengaja dibentuk. Contohnya: pembaca koran diberbagai
tempat.
2.
Masyarakat
berdasarkan hubungan yang diciptakan:
a.
Gemeinschaft
(masyarakat paguyuban).
b.
Gesselschaft
(masyarakat petembayan).
3.
Masyarakat
berdasarkan kebudayaan
a.
Masyarakat
primtif dan masyarakat modern
b.
Masyarakat
desa dan kota
c.
Masyarakat
territorial
d.
Masyarakat
genologis
e.
Masyarakat
territorial genologis.
2.4. Kebudayaan
2.4.1. Pengertian Kebudayaan:
Budaya atau kebudayaan
berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan
sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris,
kebudayaan disebut culture,
yang berasal dari kata Latin Colere,
yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah
atau bertani. Kata culture juga
kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan
ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi
budaya. Budaya
adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra
yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu
mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme
kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan
kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali
anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan
dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling
bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu
kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan
memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain
Kebudayaan sangat erat hubungannya
dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan
bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan
yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai
sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang
kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan
serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan
lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya,asa, dan cipta masyarakat.
Dari
berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan
adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.
2.4.2. Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan menurut
koenjtcaraningrat :
- ide, gagasan, nilai”,norma, peraturan yang sifatnya
abstrak dan tidak dapat diraba.
- kelakuan berpola manuaia dalam masyarakat.
- Hasil karya manusia.
2.5. Hubungan antara Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai
hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan
manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan
masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu
wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam
wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan
kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan
baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.
Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan
kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri
berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan
hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari
pada manusia (masyarakat) tersebut.
Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari
masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke
tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut
dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan
yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai
belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok
tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini
kegiatan bercocok tanam ( bertani ) menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia
dan dengan demi kian Indonesia di sebut dengan negara agraris, karena sebagian
besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi
kebutuhan pangannya sendiri.
Masyarakat zaman dahulupun meninggalkan
hasil kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari peralatan, bahasa, lagu,
bangunan – bangunan, hingga berbagai macam upacara adat.
Kebudayaan sendiri berkembang melalui beberapa periode. Mulai dari zaman prasejarah, zaman purba, zaman madya hingga zaman baru.
Kebudayaan sendiri berkembang melalui beberapa periode. Mulai dari zaman prasejarah, zaman purba, zaman madya hingga zaman baru.
Hasil kebudayan pada zaman prasejarah merupakan benda – benda tua yang terbuat dari batu – batu alam dan tulang – tulang binatang. Alat – alat tersebut mereka ciptakan untuk berburu binatang. Pada zaman purba, masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan tumbuhnya peraturan – peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat tersebut. Mereka hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. Mereka juga mulai mengenal tulisan. Pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan yang lebih jelas jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman sebelumnya. Mereka yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar kini mulai menyembah apa yang mereka sebut sebagai Tuhan. Kepercayaan yang berkembang pada zaman ini adalah agama Hindu dan Budha. Kedua agama ini membawa pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Bukan hanya dari segi kebudayaan tetapi juga dalam bentuk susunan masyarakat hingga kepada adat istiadat, karya seni dan sastra serta bentuk bangunan. Banyak sekali karya seni berupa lukisan, patung – patung dan candi – candi yang bercorak hindu maupun budha yng di bangun pada zaman ini.
Zaman madya ditandai dengan masuknya agama Islam. Agama Islam menyebar dengan cepatnya menyebar di Indonesia. Agama Islam juga memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan kebudayaan di Indonesia. Islam memberikan sentuhan baru bagi perkembangan bangunan – bangunan dan karya seni maupun sastra di Indonesia.
Zaman baru di mulai sejak masuknya pengaruh barat ke Indonesia. Hingga saat ini zaman baru masih berlangsung. Proses berkembangnya kebudayaanpun masih terus berlangsung. Zaman baru membawa pengaruh dan perubahan yang besar. Mulai dari gaya hidup, cara berpakaian, bentuk bangunan dan lain – lain. Kebudayaan yang berasal dari luarpun tak hanya masuk, namun sebagian dari mereka bercampur dengan kebudayaan asli Indonesia sehingga terciptalah suatu kebudayaan yang baru.
Kebudayaan sendiri sebenarnya bergantung
kepada bagaimana masyarakat itu tinggal dan berkomunikasi dengan sesamanya.
Dengan demikian setiap Negara memiliki kebudayaan yang berbeda.
Kebudayaan tidak akan pernah berhenti
untuk berkembang selama masyarakat terus berkembang dan belajar demi
kelangsungan hidupnya.
2.5.1. Hubungan Manusia(Penduduk)
dengan Kebudayaan
Pada
akhirnya terdapat konsepsi tentang kebudayaan manusia yang memberi gambaran
bahwa hanya manusia saja yang mampu berkebudayaan/menghasilkan kebudayaan dan
sebaliknya tak ada ebudayaan tanpa manusia.
- Manusia, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu
kesatuan yang utuh
- Masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan manusia karena
manusia hidup bermasyarakat.
Dari sudut
pandang antropologi :
- Manusia sebagai makhluk biologi
- manusia sebagai mahluk social budaya
2.5.2. Hubungan Masyarakat dengan Kebudayaan
- Masyarakat tidak dapat dipisahkan
dengan manusia karena hanya manusia yang hidup bermasyarakat.
- dimana orang bermasyarakat akan timbul
kebudayaan
- manusia , masyarakat dan kebudayaan
merupakan kesatuan uth karena dari 3 unsur inilah kehiduap sosial berlangsung
Dewasa ini
peningkatan penduduk hampir terjadi secara merata diseluruh belahan dunia. Hal
ini mungkin disebabkan oleh semakin meningkatnya ilmu terutama ilmu kedokteran
sehingga kesehatan masyarakat terjaga dan rendahnya tingkat kematian bayi
sehingga pengangguran dan kriminalitas semakin banyak dikarenakan lahan
pekerjaan yang tidak sebanding dengan penduduk yang ada.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
·
Penduduk adalah orang yang
tinggal di daerah tersebut atau orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang
mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan,
tetapi memilih tinggal di daerah lain.
·
Masyarakat (sebagai terjemahan
istilah society) adalah
sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem
semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
·
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan
mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
·
Penduduk,
masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama
lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah
geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk
yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh
peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat
tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka
dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring
dengan berjalannya waktu.
asik"
BalasHapusCasino.com - MapyRO
BalasHapusCasino.com. Information, Address, Phone 울산광역 출장마사지 number, Reviews, Games, 광주광역 출장마사지 Reviews, 제주 출장마사지 Games, Slots, Poker. Rating: 2.9 통영 출장안마 · 대구광역 출장마사지 2 votes